Polisi Tangkap Truk Angkut Getah Pinus, Dibawa dari Aceh Tengah

Mobil L-300 pickup yang mengangkut getah pinus.


GAYOSATU.COM | ACEH TENGAH – Dua truk pengangkut getah pinus asal Aceh Tengah ditahan di Mapolres Bireuen, karena diduga melanggar moratorium penjualan getah tersebut.

Selain barang bukti kedua truk dan getah pinus, Polisi juga mengamankan dua sopir dan seorang pemilik guna proses penyelidikan.

Dikutip dari Tribratanews.aceh.polri.go.id, Selasa (13/12/2022) menjelaskan, Satreskrim Polres Bireuen menahan KY (34) dan SP (21) beserta dua truk pengangkut getah pinus.

Penahanan tersebut lantaran keduanya melanggar moratorium penjualan getah pinus.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, mengatakan, mulanya pada 10 Desember 2022 petugas Pamhut dari KPH II Aceh Pos Juli, Bireuen, menerima informasi dari masyarakat bahwa ada dua unit truk yang mengangkut hasil hutan bukan kayu berupa getah pinus dari Aceh Tengah menuju Medan untuk dijual.

Mendapati informasi tersebut, kata Winardy, petugas Pamhut menghubungi personel Satreskrim Polres Bireuen untuk mem-backup kegiatan pemeriksaan di depan pos di Desa Buket Mulia, kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

“Mendapati informasi dari masyarakat, pihak Pamhut menghubungi Satreskrim untuk membackup pemeriksaan.

Setelah diperiksa, ternyata benar truk tersebut mengangkut getah pinus,” kata Winardy, dalam keterangannya di Polda Aceh, Selasa (13/12/2022).

Hasil interogasi singkat, kedua sopir tersebut mengakui bahwa getah pinus akan dibawa dan dijual ke Medan, Sumut.

Mereka juga memperlihatkan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan yang dikeluarkan UPTD KPH WIL III Aceh, tapi surat tersebut tidak sesuai dengan perjalanan truk.


Selain sopir, kata Winardy lagi, petugas Pamhut juga mrngamankan pemilik dari getah pinus tersebut berinisial RND (42).

Ia memerintahkan kedua sopir itu membawa getah pinus ke Medan untuk dijual dikarenakan harga jual getah pinus di Medan lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada PT Jaya Media Internusa.

Saat ini, pemilik, sopir, beserta barang bukti berupa satu unit mobil jenis colt diesel berisikan getah pinus 5 Ton, satu unit mobil Toyota DYNA bermuatan getah pinus 5 ton, dan empat lembar dokumen diamankan ke Polres Bireuen untuk diproses hukum.


Pelaku disangkakan Pasal 130 ayat 2 jo Pasal 68 ayat 2 huruf b Qanun Aceh nomor 7 tahun 2016 tentang Kehutanan Aceh jo Pasal 55 KUHP.

Dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam bulan dan denda paling banyak Rp 50 juta.

Di akhir keterangannya, Winardy juga menyampaikan, bahwa penjualan getah pinus mentah (tanpa diolah dulu) keluar dari Aceh akan merugikan PAD Aceh.

Oleh karena itu, Polda dan Polres jajaran berkomitmen untuk terus menindak para pelaku tindak pidana tersebut dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi daerah