Lomba Perahu Tradisional di Aceh Tengah Menumbuhkan Semangat Kebersamaan, Tim AG SR Raih Piala Ilham Pangestu

"Lomba dayung perahu tradisional ini digelar dalam rangka memperkuat silaturrahmi dan kebersamaan warga antar dua kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam memjukan daerah" Ketua Umum DPP SIP Halid
lomba dayung perahu tradisional
Lomba dayung perahu tradisional piala Ilham Pangestu di Aceh Tengah. 3-4 September 2022. gayosatu.com/ist

GAYOSATU.COM [ ACEH TENGAH –  Sebanyak 48 tim dari Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah mengikuti lomba perahu tradisional memperebutkan piala anggota DPR RI H Ilham Pangestu di Krueng Peusangan, Kampung Asir-asir Asia, Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah dari  3 – 4 September 2022.

Dalam perlombaan dayung perahu tradisioanal tersebut, Tim AG SR berhasil meraih juara pertama setelah menumbangkan 47 tim dayung lainnya.

Ketua Umum DPP Sahabat Ilham Pangestu (SIP), Halid Ariga kepada gayosatu.com, Senin 5 Agustus 2022 mengatakan, lomba dayung perahu tradisional ini digelar dalam rangka memperkuat silaturrahmi dan kebersamaan warga antar dua kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam memjukan daerah.

Selain itu tambah Halid, lomba dayung perahu tradisional dipercaya dapat membakar semangat gotong royong, dan semangat mencapai tujuan secara bersama disamping melestarikan budaya setempat.  

Baca : September ini Digelar Festival Panen Kopi Gayo Di Aceh Tengah, Catat Tanggalnya

“Tanpa kebersamaan dan saling percaya dipastikan petrahu tersebut tidak akan melaju kedepan namun tetap berputar putar di tempat,” ujar Halid bertamsil.

Begitu juga dalam kehidupan ini, untuk memajukan daerah dibutuhkan kebersamaan dan semangat untuk maju karena kedua kabupaten dataran tinggi Aceh ini mempunyai potensi hasil perkebunana kopi yang dikenal dunia dan objek wisata yang digemari para wisatawan, tambah Halid yang juga putra Aceh Tengah ini.

lomba dayung perahu tradisional
Lomba dayung perahu tradisional piala Ilham Pangestu di Aceh Tengah. 3-4 September 2022. gayosatu.com/ist

Pada perlombaan dayung sampan tradisional ini, terlihat warga antusian menonton perlombaan tersebut, baik dari kalangan remaja maupun orang tua.  Mereka  tampak sesak hadir menyaksikan dan bersorak mendukung tim masing-masing lombaan perahu dayung tradisional di DAS Krueng Peusangan Aceh Tengah ini.

Masyarakat berdiri sepanjang tepian Das Peusangan. Das Peusangan merupakan muara Danau Laut TawarTeriakan dan sorak penonton terdengar melengking saat race demi race lomba dayung perahu mulai memasuki garis finish.

Baca : Babak Baru Petani Kopi di Bener Meriah, Lelang Kopi di Kebun Kopi

Perlombaan dayung sampan merebut piala Ilham Pangestu itu diikuti  48 tim, setengah perlombaan tersisa 21 tim yang masuk semi final pada, Minggu (4/9/2022).

Kemudian dari 21 tim yang mengikuti lomba itu lagi tersisa empat tim terbaik yang berhasil masuk babak final, diantaranya, Tim AG. SR, Tim Atu Kapal Gr, Tim Kalah Enti Murengut, dan Tim Cargel A

lomba dayung perahu tradisional
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurrochman Nulhakim menyerahkan dan menutup lomba dayung perahu tradisional di Aceh Tengah. 3-4 September 2022. gayosatu.com/ist

Tim AG SR akhirnya memimpin perlombaan tersebut hingga gari finish. Dengan demikian juara pertama diraih tim AG AR. Hadiah kepada para jaura diserahkan langsung Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurrochman Nulhakim sekaligus menutup kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Ketua SIP Aceh Tengah, Hanafiah mengucapkan terimakasih kepada anggota DPR RI, Ilham Pangestu yang telah mandukung kegiatan lomba dayung sampan tradisioanl tersebut.

Baca : Aceh Tengah Luncurkan Aplikasi Si Agen Kopi, Ini Fungsinya

“Terimakasih kepada seluruh Sahabat Ilham Pangestu (SIP), Ketua Panitia Sany Tarigan sekaligus owner Kelaping Kupi Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah Ansari SE, Ketua Bapera Bener Meriah Aramiko Aritonang, Wakil Ketua SHIP Aceh Tengah Nozi Rizkansyah yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Hanafiah

Hadir pada perlombaan tersebut, Pengurus DPP SIP, Khairul Amri, Waled, Staf Ahli DPR RI, Armand an sejumlah tokoh masyarakat kedua kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah. (*)